Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Laporan Kekerasan Anak di Sukabumi Mandek 5 Bulan, Ibu Korban Pertanyakan Kinerja Unit PPA Polres Sukabumi

Laporan Kekerasan Anak di Sukabumi Mandek 5 Bulan, Ibu Korban Pertanyakan Kinerja Unit PPA Polres Sukabumi

  • account_circle yuliusabdillah
  • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

PALABUHANRATU, SINERGI PUBLIK — Sebuah potret buram penegakan hukum terhadap perlindungan anak kembali terjadi di Kabupaten Sukabumi. Harapan seorang ibu berinisial YM (33) untuk mendapatkan keadilan bagi buah hatinya kini berada di titik nadir, setelah laporan kepolisiannya jalan di tempat selama hampir lima bulan.

Laporan resmi dengan nomor LP/B/594/XI/2025/SPKT/Polres Sukabumi tertanggal 12 November 2025 tersebut, hingga kini disebut belum menunjukkan perkembangan signifikan. Pihak penyidik dinilai masih berkutat pada alasan administratif dan teknis medis.

Kronologi dan Temuan Medis Awal

Kasus memprihatinkan ini bermula pada awal Oktober 2025. YM membawa anaknya ke RSUD Palabuhanratu setelah mendapati kondisi fisik korban yang mengalami pendarahan serius pasca penanganan awal oleh seorang bidan.

Hasil pemeriksaan medis saat itu mengarah pada dugaan kuat adanya tindakan tidak wajar terhadap anak di bawah umur. Temuan inilah yang menjadi dasar YM melaporkan perkara tersebut ke Mapolres Sukabumi guna mencari keadilan bagi masa depan anaknya.

Lima Bulan Tanpa Kepastian: “Hanya Disuruh Menunggu”

Ditemui wartawan pada Senin (06/04/2026), YM mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap lambannya proses penyidikan di Unit PPA Polres Sukabumi. 

Penyidik beralasan bahwa keterangan tambahan dari dokter yang menangani korban di masa awal sangat diperlukan, namun dokter yang dimaksud dikabarkan sudah tidak lagi berada di tempat praktik semula. Hal ini memicu kebuntuan informasi bagi pihak keluarga korban.

Kejanggalan Prosedur: Dari Teguran Media Sosial hingga Arahan Mandiri

Frustrasi karena tidak mendapat kabar pasti, YM sempat mengunggah video pengakuan anaknya ke media sosial hingga viral. Namun, langkah tersebut justru mendapat respons cepat berupa teguran dari aparat dengan alasan “menjaga nama baik institusi”.

Anehnya, setelah video tersebut viral, barulah terlihat adanya pergerakan penyidikan seperti pemanggilan ahli forensik. Namun, setelah pemeriksaan selama empat jam dilakukan, kasus kembali “dingin” tanpa kabar lanjutan.

Bahkan, YM mengaku diarahkan untuk mencari sendiri klarifikasi ke pihak rumah sakit tanpa pendampingan hukum yang nyata. “Saya merasa berjuang sendiri. Padahal tugas membuktikan secara hukum adalah kewajiban penyidik, bukan beban ibu korban,” tegasnya.

Desakan MIO Sukabumi Raya: Kawal Sampai Tuntas!

Menanggapi mandeknya kasus ini, Ketua DPD Media Independen Online (MIO) Sukabumi Raya, Purwanto, angkat bicara. Pihaknya menyatakan akan menginstruksikan seluruh jaringan media di bawah naungan MIO untuk mengawal kasus ini secara masif.

 

“Hukum tidak boleh tajam ke bawah tapi tumpul ke atas, apalagi jika korbannya adalah anak kecil yang masa depannya terenggut. Kami mendesak Kapolres Sukabumi untuk memberikan atensi khusus pada Unit PPA agar kasus ini segera naik ke tahap penyidikan lebih lanjut,”tegas Purwanto.

 

Hingga berita ini diturunkan, Redaksi Sinergi Publik tengah berupaya melakukan konfirmasi resmi kepada pihak Humas Polres Sukabumi terkait kendala teknis yang menghambat laporan YM.

Tim Red.

 

 

  • Penulis: yuliusabdillah
  • Editor: Admin
  • Sumber: Poswi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelorakan Kedisiplinan Pelajar, 139 Tim Se-Jawa Barat Unjuk Kebolehan di LKBB SYGRA Championship 6 SMK Yapan Sukabumi

    Gelorakan Kedisiplinan Pelajar, 139 Tim Se-Jawa Barat Unjuk Kebolehan di LKBB SYGRA Championship 6 SMK Yapan Sukabumi

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Yulius abdillah
    • visibility 112
    • 0Komentar

    PARAKANSALAK, SINERGI PUBLIK— Halaman SMK Yapan Sukabumi mendadak riuh dengan derap langkah tegap dan pekikan semangat ratusan pelajar. Sebanyak 139 tim dari berbagai penjuru Jawa Barat berkumpul untuk memperebutkan takhta juara dalam ajang bergengsi Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) SYGRA Championship 6 Tahun 2026. Kegiatan yang berpusat di Kampung Cikawung, Desa Sukatani, Kecamatan Parakansalak ini […]

  • Kemen PUPR: 4,9 Km Tol Bocimi Seksi 3 Diupayakan Fungsional Arus Mudik Lebaran 2026 Tanpa Tarif

    Kemen PUPR: 4,9 Km Tol Bocimi Seksi 3 Diupayakan Fungsional Arus Mudik Lebaran 2026 Tanpa Tarif

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Ilhamz
    • visibility 364
    • 3Komentar

    Pemerintah memastikan Tol Bocimi Seksi 3 yang saat ini masih pengerjaan bisa digunakan secara fungsional untuk arus mudik dan arus balik lebaran 2026. Kementerian PUPR tengah mengupayakan jalur sepanjang 4,9 km dari ujung tol Cibadak Parungkuda hingga menuju akses ke Karangtengah Cibadak, bisa dilintasi fungsional dengan aturan pembatasan kendaraan dan jam operasional selama momen libur […]

  • Tak Kantongi PBG, Proyek Tower BTS di Parungkuda Disetop DPMPTSP Sukabumi

    Tak Kantongi PBG, Proyek Tower BTS di Parungkuda Disetop DPMPTSP Sukabumi

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle yuliusabdillah
    • visibility 89
    • 0Komentar

    PARUNGKUDA, SINERGI PUBLIK — Ketegasan dalam menegakkan regulasi perizinan ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) secara resmi menghentikan sementara proyek pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS) di wilayah Kecamatan Parungkuda lantaran belum memiliki izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Kepala DPMPTSP Kabupaten Sukabumi, Drs. H. Dede Rukaya, M.M, […]

  • Miris! Isu Banjir Warga Diduga Jadi Alat Bargaining Oknum Media dan Kades untuk “Bancakan” Proyek TPU Perumahan

    Miris! Isu Banjir Warga Diduga Jadi Alat Bargaining Oknum Media dan Kades untuk “Bancakan” Proyek TPU Perumahan

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Yulius abdillah
    • visibility 181
    • 0Komentar

    BOJONGGENTENG, SINERGIPUBLIK.COM – Publik mempertanyakan kelanjutan pemberitaan terkait musibah banjir yang diakibatkan oleh sistem drainase buruk di Perumahan Green Permata Residence. Pasalnya, isu kemanusiaan yang sempat mencuat di salah satu media lokal tersebut tiba-tiba hilang tanpa jejak, yang kemudian memicu indikasi adanya praktik “transaksional” di balik layar. Hasil investigasi tim di lapangan mengendus adanya gerakan […]

  • Trump: Anggota Board of Peace Janjikan Rp84 T Demi Rekonstruksi Gaza

    Trump: Anggota Board of Peace Janjikan Rp84 T Demi Rekonstruksi Gaza

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Ilham
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan anggota Dewan Perdamaian (Board of Peace/ BoP) berkomitmen menggelontorkan US$5 miliar atau sekitar Rp84 triliun untuk rekonstruksi Jalur Gaza usai agresi brutal Israel. Trump menyampaikan pengumuman itu di media sosial buatannya Truth Social pada Minggu (15/2). “Pada tanggal 19 Februari 2026, saya akan kembali bergabung dengan Anggota Dewan […]

  • Menjawab Aspirasi Mahasiswa: BAZNAS Kabupaten Sukabumi Beri Klarifikasi Terkait Proyek Rumah Sehat dan Transparansi Dana Umat

    Menjawab Aspirasi Mahasiswa: BAZNAS Kabupaten Sukabumi Beri Klarifikasi Terkait Proyek Rumah Sehat dan Transparansi Dana Umat

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Yulius abdillah
    • visibility 53
    • 0Komentar

    SUKABUMI, SINERGI PUBLIK — Kantor BAZNAS Kabupaten Sukabumi menjadi pusat perhatian pada Kamis (07/05/2026), menyusul aksi damai yang digelar oleh komunitas Solidaritas Independen Mahasiswa dan Pemuda Utilitarianisme (SIMPUL). Kelompok mahasiswa tersebut melayangkan sejumlah tuntutan terkait evaluasi kinerja dan transparansi pengelolaan dana umat di lembaga keagamaan tersebut. Aksi yang dipimpin oleh Koordinator SIMPUL Sukabumi, Norman Irawan, […]

expand_less