Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » Ratama Saragih: Pejabat Publik Jangan Gagal Paham, Menolak Klarifikasi Publik Bisa Berujung Pelanggaran Hukum

Ratama Saragih: Pejabat Publik Jangan Gagal Paham, Menolak Klarifikasi Publik Bisa Berujung Pelanggaran Hukum

  • account_circle Yulius abdillah
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • print Cetak

JAKARTA, SINERGI PUBLIK — Sorotan tajam kembali mengarah pada etika dan integritas para pemangku kebijakan di tanah air. Pejabat publik yang enggan dikritik, antipati terhadap konfrontasi, serta culas dalam memberikan jawaban atau klarifikasi kepada publik dinilai sudah sepatutnya mengundurkan diri dari jabatannya. Tindakan abai tersebut dinilai telah mencederai dan mengkhianati amanat undang-undang.

Hal tersebut ditegaskan secara lugas oleh Pengamat Kebijakan Publik dan Anggaran, Ratama Saragih, kepada awak media pada Rabu (19/05/2026).

Menurut Ratama, akhir-akhir ini banyak pejabat publik yang terkesan gagal paham mengenai hakikat mendasar dari Pelayanan Publik dan Administrasi Publik yang melekat erat pada instansi yang mereka pimpin. Akibat kegagalan pemahaman ini, mereka kerap menyikapi kritik membangun secara negatif dan merasa memiliki kekuatan penuh (super power) atas delegasi wewenang yang diterimanya.

Abaikan Klarifikasi Masuk Ranah Maladministrasi

Ratama Saragih yang juga merupakan bagian dari jejaring Ombudsman RI ini membedah aturan hukum secara gamblang. Ia merujuk pada Pasal 1 angka (3) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman R.I.

Dalam pasal tersebut, dijelaskan secara rinci bahwa Maladministrasi adalah:

“Perilaku atau perbuatan melawan hukum, melampaui wewenang, menggunakan wewenang untuk tujuan lain dari yang menjadi tujuan wewenang tersebut, termasuk kelalaian atau pengabaian kewajiban hukum dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan oleh penyelenggara negara dan pemerintahan yang menimbulkan kerugian materiil dan immateriil bagi masyarakat dan orang perseorangan.”

>

“Dalam pasal dimaksud sudah sangat jelas, ada kewajiban hukum yang wajib dilakukan oleh penyelenggara pelayanan publik. Ada rambu-rambu hukum administrasi negara, hukum tata usaha negara, hukum pers, hingga hukum ITE,” jelas Ratama.

Ia menambahkan, ketika fungsi jabatan bersinggungan dengan hukum publik, maka pejabat tersebut wajib menjawab dan memberikan klarifikasi saat dimintai keterangan oleh masyarakat maupun media. Jangan sampai ada kelalaian atau pengabaian yang sengaja dilakukan, karena hal itu dapat melahirkan asumsi negatif bahkan memicu konflik akibat munculnya unsur niat jahat (mens rea).

Ironi Pejabat yang Merasa Risih dan Membentengi Diri

Lebih ironisnya lagi, pria pemilik sertifikat nasional “Transformasi Pelayanan Publik dan Penguatan Pranata Pengawasan” ini menyayangkan sikap para pejabat yang justru merasa tidak nyaman, risih, dan resah ketika publik melontarkan kritik yang berbasis data dan fakta autentik.

Bukannya melakukan evaluasi internal, oknum pejabat publik sering kali melakukan pembenaran diri (self-defense) hingga balik menghakimi publik yang mengkritik. Sikap arogan ini dinilai sangat berbahaya bagi roda pemerintahan karena berdampak langsung pada pelayanan dan kesejahteraan rakyat.

“Oleh karenanya, seorang pejabat publik itu sangat memerlukan pemahaman yang matang mengenai regulasi, aturan, dan perundang-undangan pelayanan publik. Jabatan yang melekat itu adalah tanggung jawab yang beririsan dengan hak rakyat, bukan panggung untuk menonjolkan kehebatan atau ketenaran diri sendiri,” pungkas Ratama Saragih.

(Rd/Sp)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sabet Juara Dua Nasional Swasembada Pangan, Bupati Sukabumi Apresiasi Peran Vital P3A dan GP3A Mitra Cai

    Sabet Juara Dua Nasional Swasembada Pangan, Bupati Sukabumi Apresiasi Peran Vital P3A dan GP3A Mitra Cai

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Yulius abdillah
    • visibility 69
    • 0Komentar

    SUKABUMI, SINERGIPUBLIK.COM — Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan keberadaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) serta Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Mitra Cai. Jajaran kelembagaan tani ini dinilai memiliki peran yang sangat vital dalam memacu peningkatan produksi hasil pertanian di wilayah Kabupaten Sukabumi. Keberhasilan Kabupaten Sukabumi dalam mengukir prestasi […]

  • Inovasi Literasi di Kalibaru: Polsek Hadirkan ‘Pojok Baca Edukasi’ dan Dukungan Gizi bagi Generasi Muda

    Inovasi Literasi di Kalibaru: Polsek Hadirkan ‘Pojok Baca Edukasi’ dan Dukungan Gizi bagi Generasi Muda

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Yulius abdillah
    • visibility 88
    • 0Komentar

    JAKARTA, SINERGI PUBLIK — Langkah nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa ditunjukkan oleh Polsek Kawasan Kalibaru, Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Melalui program inovatif bernama “Pojok Baca Edukasi”, pihak kepolisian berupaya menumbuhkan minat baca sekaligus memperhatikan kualitas gizi anak-anak di lingkungan sekitar, pada Rabu (06/05/2026). Program ini dirancang bukan sekadar sebagai tempat membaca, melainkan sebagai ruang interaksi […]

  • Pengamat: Dinas PU Sukabumi Tak Transparan, Berpotensi Langgar UU KIP dan Hambat Fungsi Pers

    Pengamat: Dinas PU Sukabumi Tak Transparan, Berpotensi Langgar UU KIP dan Hambat Fungsi Pers

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Yulius abdillah
    • visibility 156
    • 0Komentar

    SUKABUMI, SINERGI PUBLIK — Sikap tertutup yang ditunjukkan jajaran Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi saat audiensi dengan Media Independen Online (MIO) Indonesia Sukabumi Raya pada Senin (11/05/2026), menuai kecaman dari pakar hukum dan kebijakan publik. Dinas PU dinilai gagal memberikan jawaban substantif dan data konkret, yang justru memicu persepsi adanya upaya menutup-nutupi realita pengerjaan […]

  • BRI Bekasi Siliwangi Hadirkan Kemeriahan di CFD Bareng BRImo

    BRI Bekasi Siliwangi Hadirkan Kemeriahan di CFD Bareng BRImo

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Yulius abdillah
    • visibility 92
    • 0Komentar

    BEKASI, SINERGI PUBLIK — BRI terus memberikan manfaat kepada masyarakat dan nasabah. Salah satu bentuknya berupa kegiatan menarik di Car Free Day (CFD) bareng BRImo yang diadakan oleh BRI Kantor Cabang (KC) Bekasi Siliwangi. BRI KC Bekasi Siliwangi menggelar CFD bareng BRImo dengan menghadirkan promo spesial. Adapun kegiatan ini dilaksanakan pada 24 Mei 2026 yang berlokasi […]

  • PETIR Tunjukkan Solidaritas Kuat, Pimpinan Nasional Kompak Jenguk HM Muazzim Akbar di RSPI

    PETIR Tunjukkan Solidaritas Kuat, Pimpinan Nasional Kompak Jenguk HM Muazzim Akbar di RSPI

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Yulius abdillah
    • visibility 140
    • 0Komentar

    JAKARTA, SINERGI PUBLIK — Jajaran pimpinan elite Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Persaudaraan Timur Indonesia Raya (PETIR) menunjukkan soliditas dan rasa persaudaraan yang kuat. Pengurus pusat kompak menjenguk Ketua Dewan Pengawas PETIR, HM Muazzim Akbar, S.I.P., yang tengah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (17/05/2026). Kunjungan emosional ini dipimpin langsung oleh […]

  • SPPG Citamiang Beri Klarifikasi Resmi Terkait Menu MBG di SDN CBM Pakujajar Sukabumi

    SPPG Citamiang Beri Klarifikasi Resmi Terkait Menu MBG di SDN CBM Pakujajar Sukabumi

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Yulius abdillah
    • visibility 259
    • 0Komentar

    SUKABUMISinergipublik.com– Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Citamiang memberikan klarifikasi resmi menanggapi isu menu Makanan Bergizi (MBG) yang sempat viral di media sosial. Pihak pengelola memastikan telah menjalin komunikasi intensif dengan orang tua murid dan pihak sekolah SDN CBM Pakujajar untuk mengevaluasi kualitas layanan dan standar operasional prosedur (SOP) distribusi. Komitmen Evaluasi dan Transparansi Kepala SPPG […]

expand_less