Breaking News
light_mode
Beranda » Agraria » Diserang Saat Azan Maghrib, Pondok Warga Dibakar dan Musholla Dihancurkan di Lahan Eks HGU 366 Hektar

Diserang Saat Azan Maghrib, Pondok Warga Dibakar dan Musholla Dihancurkan di Lahan Eks HGU 366 Hektar

  • account_circle Yulius abdillah
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

ASAHAN, SINERGI PUBLIK — Ketegangan menyelimuti Desa Padang Sari, Kabupaten Asahan. Di tengah kumandang azan Maghrib, kawasan lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) seluas 366 hektar mendadak mencekam setelah terjadi aksi penyerangan massal yang diduga dilakukan oleh pihak korporasi BSP, Senin malam (18/05/2026).
Insiden anarkis tersebut mengakibatkan sejumlah pondok milik masyarakat hangus dibakar, serta fasilitas ibadah berupa musholla warga dilaporkan turut dihancurkan. Peristiwa ini sontak memicu kepanikan luar biasa di kalangan warga yang selama ini bertahan di lahan konflik tersebut.
Abaikan Imbauan Kapolsek, Bentrokan Pecah
Menurut keterangan warga dan Kuasa Hukum masyarakat, Akhmat Saipul Sirait, sekelompok massa yang diduga dari pihak perusahaan mendatangi lokasi secara berbondong-bondong. Situasi di lapangan yang semula tegang langsung memanas hingga berujung pada adu mulut dan aksi perusakan.
Padahal, sebelum insiden tersebut pecah, pihak kuasa hukum mengaku telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat untuk mengantisipasi adanya potensi konflik horizontal di lapangan.
“Kami sebelumnya sudah berkoordinasi dengan pihak Polsek. Kapolsek menyampaikan bahwa beliau telah memerintahkan anggota turun ke lapangan dan meminta pihak BSP mundur demi mencegah bentrokan,” ungkap Akhmat Saipul Sirait kepada awak media.
“Namun sangat kami sayangkan, imbauan (kepolisian) tersebut diduga tidak diindahkan, hingga akhirnya terjadi adu mulut antara masyarakat dan pihak BSP yang kemudian berujung pada pembakaran pondok serta penghancuran musholla warga,” lanjutnya dengan nada kecewa.
Soroti Lemahnya Penegakan Hukum
Lebih lanjut, Akhmat Saipul Sirait menyayangkan lambatnya penanganan hukum pada konflik serupa yang pernah terjadi sebelumnya dan bahkan sempat memakan korban dari pihak masyarakat. Ia menilai, pembiaran ini membuat oknum-oknum tertentu merasa kebal hukum.
“Korban kami pada kejadian sebelumnya sampai hari ini kasusnya belum selesai dan para pelakunya masih berkeliaran bebas. Kini kejadian serupa terulang. Inilah akibat ketika persoalan hukum tidak direspons dengan tegas, peristiwa serupa akan terus terjadi karena mereka seolah-olah merasa kebal hukum,” cecar Akhmat Saipul.
Dirinya menegaskan, tindakan pembakaran dan perusakan tempat ibadah ini bukan lagi sekadar perkara sengketa lahan biasa, melainkan sudah masuk ke ranah tindak pidana murni yang mencederai nilai kemanusiaan.
“Ketika pondok rakyat dibakar dan musholla dihancurkan, maka itu bukan lagi soal sengketa tanah semata. Ini sudah menyangkut rasa kemanusiaan dan penghormatan terhadap tempat ibadah. Negara tidak boleh kalah oleh kekuatan modal dan tindakan arogan seperti ini. Kami bersama masyarakat tidak akan mundur mempertahankan hak,” tegasnya.
Masyarakat Desak Komnas HAM dan Instansi Terkait Turun Tangan
Pasca-kejadian, warga Desa Padang Sari mendesak aparat penegak hukum, pemerintah daerah, hingga Komnas HAM untuk segera turun ke lapangan melakukan penyelidikan menyeluruh. Warga berharap hukum dapat hadir secara objektif untuk memberikan perlindungan bagi rakyat kecil yang selama ini hidup dalam bayang-bayang ketakutan dan intimidasi.
Hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi maupun tanggapan dari pihak manajemen BSP ataupun Polres Asahan terkait dugaan penyerangan dan perusakan tersebut. Tim media Sinergi Publik masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna mendapatkan klarifikasi lebih lanjut.

(Edo/Sp)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rayakan Idul Fitri 1447 H, Ketua FSKSS Hj. Rina Rosmaniar Japar Ajak Masyarakat Pererat Silaturahmi

    Rayakan Idul Fitri 1447 H, Ketua FSKSS Hj. Rina Rosmaniar Japar Ajak Masyarakat Pererat Silaturahmi

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Red
    • visibility 125
    • 0Komentar

    KAB. SUKABUMI  Sinergipulik.com– Menyambut hari kemenangan Idul Fitri 1447 Hijriyah yang jatuh pada tahun 2026, Keluarga Besar Forum Silaturahmi Kabupaten Sukabumi Sehat (FSKSS) menyampaikan pesan khidmat bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Sukabumi. Ketua FSKSS, Hj. Rina Rosmaniar Japar, dalam pernyataan resminya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum lebaran ini sebagai sarana memperkuat tali persaudaraan […]

  • Miris! Isu Banjir Warga Diduga Jadi Alat Bargaining Oknum Media dan Kades untuk “Bancakan” Proyek TPU Perumahan

    Miris! Isu Banjir Warga Diduga Jadi Alat Bargaining Oknum Media dan Kades untuk “Bancakan” Proyek TPU Perumahan

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Yulius abdillah
    • visibility 180
    • 0Komentar

    BOJONGGENTENG, SINERGIPUBLIK.COM – Publik mempertanyakan kelanjutan pemberitaan terkait musibah banjir yang diakibatkan oleh sistem drainase buruk di Perumahan Green Permata Residence. Pasalnya, isu kemanusiaan yang sempat mencuat di salah satu media lokal tersebut tiba-tiba hilang tanpa jejak, yang kemudian memicu indikasi adanya praktik “transaksional” di balik layar. Hasil investigasi tim di lapangan mengendus adanya gerakan […]

  • Wajah Sukabumi Terbengkalai: Papan Selamat Datang Batas Wilayah Rusak Parah, Ketua MIO Semprot Dinas Terkait!

    Wajah Sukabumi Terbengkalai: Papan Selamat Datang Batas Wilayah Rusak Parah, Ketua MIO Semprot Dinas Terkait!

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Yulius abdillah
    • visibility 53
    • 0Komentar

    SUKABUMI, SINERGI PUBLIK — Kondisi memprihatinkan terpantau di gerbang utama perbatasan Kota dan Kabupaten Sukabumi, tepatnya di ruas Jalan Pelabuhan Dua. Papan nama bertuliskan “Selamat Datang” yang seharusnya menjadi identitas dan wajah daerah kini tampak rusak parah, kusam, dan terbengkalai tanpa perawatan. Kondisi ini memicu reaksi keras dari Ketua Media Independen Online (MIO) Sukabumi Raya, Purwanto. […]

  • Forum silaturahmi organisasi kecamatan Bojonggenteng, bersama team work myrep

    Komitmen Bojonggenteng Ramah Investasi FSOK dan Sinergi Publik Kawal Pembangunan Infrastruktur Digital MyRepublic

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Yulius abdillah
    • visibility 323
    • 0Komentar

    sinegipublik.com, BOJONGGENTENG, SUKABUMI – Kecamatan Bojonggenteng kini membuktikan diri sebagai wilayah yang terbuka bagi kemajuan ekonomi nasional. Melalui kolaborasi antara Forum Silaturahmi Organisasi Kecamatan (FSOK) dan media Sinergi Publik, wilayah ini resmi menerapkan standarisasi “Investasi Berkeadilan” yang memberikan kepastian hukum bagi pengusaha dan perlindungan hak bagi masyarakat. Salah satu bukti nyata sinergi ini adalah masuknya […]

  • Apresiasi Pendidikan: SDN Cibodas dan SPPG Bojonggaling Perkuat Sinergi Bersama Yayasan Media Berkat Nusantara

    Apresiasi Pendidikan: SDN Cibodas dan SPPG Bojonggaling Perkuat Sinergi Bersama Yayasan Media Berkat Nusantara

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle yuliusabdillah
    • visibility 186
    • 0Komentar

    BOJONGGENTENG, SINERGI PUBLIK — Kepedulian terhadap tumbuh kembang dan semangat belajar generasi muda terus mengalir di wilayah Kecamatan Bojonggenteng. Dalam sebuah momentum penuh kehangatan, pihak SDN Cibodas menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kolaborasi yang terjalin dengan Yayasan Media Berkat Nusantara melalui program pendukung kesejahteraan siswa. Kegiatan ini turut dihadiri dan didukung penuh oleh Kepala […]

  • Investigasi Lintas Wilayah: MIO Sukabumi Raya Soroti Proyek ‘Tower Siluman’ di Bojonggenteng dan Parungkuda

    Investigasi Lintas Wilayah: MIO Sukabumi Raya Soroti Proyek ‘Tower Siluman’ di Bojonggenteng dan Parungkuda

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Red
    • visibility 175
    • 0Komentar

    SUKABUMI, SINERGI PUBLIK — Pembangunan menara telekomunikasi (tower) di dua lokasi berbeda, yakni Desa Bojong Galing (Kecamatan Bojonggenteng) dan Desa Palasari (Kecamatan Parungkuda), kini berada di bawah pengawasan ketat media investigasi dan organisasi profesi pers. Proyek tersebut memicu polemik besar lantaran diduga mengabaikan asas transparansi dan prosedur keselamatan warga. Nihil Transparansi dan Identitas Vendor Misterius […]

expand_less