Soroti Kasus Rp35 Miliar Abang Ijo, Irwan Ardiansyah: Wabup Ksatria Taat Hukum, Pihak Sebelah Panik Bikin Hoaks!
- account_circle Yulius abdillah
- calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

PURWAKARTA, SINERGI PUBLIK — Wakil Bupati Purwakarta, yang akrab disapa Abang Ijo, mengambil langkah tegas dan ksatria terkait polemik hukum perdata utang-piutang pribadi senilai kurang lebih Rp35 Miliar yang menyeret namanya. Demi menjaga stabilitas dan profesionalitas pelayanan publik, Abang Ijo resmi menyerahkan kuasa penuh kepada tim pengacara untuk menyelesaikan perkara tersebut di pengadilan, Sabtu (23/05/2026).
Langkah hukum ini diambil sengaja agar persoalan ranah privat tersebut tidak membebani tugas-tugas konstitusionalnya sebagai orang nomor dua di Kabupaten Purwakarta.
“Saya tidak mau permasalahan pribadi ini menjadi hambatan bagi tugas-tugas pemerintahan. Saya ingin memastikan kinerja dan pengabdian saya selaku Wakil Bupati Purwakarta untuk melayani masyarakat sama sekali tidak terganggu,” tegas Abang Ijo secara lugas.
Dirinya berkomitmen penuh untuk tetap fokus bekerja di kantor dinas tanpa mencampuradukkan urusan domestik ke dalam ruang lingkup pemerintahan.
Aktivis Sebut Abang Ijo Ksatria, Pihak Sebelah Mulai Panik dan Bikin Gaduh
Langkah taktis Wakil Bupati Purwakarta tersebut mendapat apresiasi dan pembelaan keras dari aktivis pemuda, Irwan Ardiansyah. Kepada awak media, Irwan menilai sikap Abang Jago (Abang Ijo) sangat jantan karena memilih koridor hukum ketimbang membangun opini liar di ruang publik.
“Beliau sangat ksatria. Punya masalah pribadi, langsung diserahkan penuh ke pengacara untuk diuji di pengadilan. Beliau TIDAK MAU kerja pemerintahan terganggu,” puji Irwan.
Sebaliknya, Irwan mengendus adanya kepanikan yang luar biasa dari kubu lawan (Pihak Sebelah). Alih-alih menyelesaikan masalah secara jantan melalui jalur hukum, pihak lawan dituding sengaja mengerahkan tim sukses dan simpatisan bayaran untuk membuat kegaduhan di media sosial, bahkan bertindak nekat memanipulasi informasi.
“Yang benar itu tenang dan taat hukum, sedangkan yang salah itu pasti panik, bikin hoaks, sampai berani mencatut nama Gubernur! Dan akhirnya langsung dibantah serta bikin malu diri mereka sendiri. Urusan pribadi sengaja mereka bawa-bawa hanya untuk merusak stabilitas daerah,” semprot Irwan.
Irwan juga mengimbau kepada masyarakat dan simpatisan untuk tidak terpancing emosi oleh manuver akun-akun robot bayaran di medsos dan menyerukan untuk mengawal ketat Abang Ijo hingga menang di jalur hukum.
Soroti Sikap Bupati Saepul Bahri, Irwan: Apakah Pantas Disebut Pemimpin?
Tak hanya menyerang kubu lawan perdata, Irwan Ardiansyah juga melontarkan kritik keras dan mempertanyakan kepemimpinan Saepul Bahri Binzein selaku Bupati Purwakarta. Irwan menyayangkan adanya dugaan instruksi terselubung dari Bupati yang melarang jajaran birokrasi berinteraksi dengan Wakil Bupati.
“Sikap Saepul Bahri Binzein sebagai Bupati Purwakarta itu harus bisa bertanggung jawab. Bukan malah mengajak para Kadis, Kabid, ASN lainnya, hingga para Kepala Desa dilarang menemui Wakil Bupati. Apakah tindakan seperti itu pantas disebut seorang pemimpin?” cecar Irwan mempertanyakan etika politik sang Bupati.
Lebih lanjut, Irwan membeberkan bahwa keretakan komunikasi ini sebenarnya sudah coba diredam oleh Abang Ijo selama satu setengah tahun terakhir. Abang Ijo disebut telah berulang kali berupaya membuka ruang komunikasi langsung, baik bertatap muka maupun melalui pesan singkat WhatsApp, namun selalu menemui jalan buntu.
“Karena tidak ada iktikad baik dari sana, makanya sekarang sampai menggunakan kuasa hukum dan melayangkan somasi resmi. Saya berharap semua ini dapat selesai dengan norma-norma yang berlaku dan semua pihak wajib taat aturan hukum di negara ini,” pungkas Irwan menutup pernyataannya.
(Tim Red)
- Penulis: Yulius abdillah
- Editor: Redaksi Sinergi Publik
- Sumber: Tim Investigasi

Saat ini belum ada komentar