Wajah Sukabumi Terbengkalai: Papan Selamat Datang Batas Wilayah Rusak Parah, Ketua MIO Semprot Dinas Terkait!
- account_circle Yulius abdillah
- calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

SUKABUMI, SINERGI PUBLIK — Kondisi memprihatinkan terpantau di gerbang utama perbatasan Kota dan Kabupaten Sukabumi, tepatnya di ruas Jalan Pelabuhan Dua. Papan nama bertuliskan “Selamat Datang” yang seharusnya menjadi identitas dan wajah daerah kini tampak rusak parah, kusam, dan terbengkalai tanpa perawatan.
Kondisi ini memicu reaksi keras dari Ketua Media Independen Online (MIO) Sukabumi Raya, Purwanto. Ia menilai kerusakan fasilitas publik di area perbatasan tersebut merupakan bukti nyata kelalaian oknum pejabat yang berwenang.

“Bagaimana pendapat Anda mengenai kondisi fasilitas publik di wilayah Anda? Tulis di kolom komentar atau hubungi redaksi kami.”
“Pejabat Mana yang Peduli?”
Menurut Purwanto, papan selamat datang bukan sekadar hiasan pinggir jalan, melainkan simbol kehormatan daerah bagi setiap tamu maupun warga yang melintas. Namun, pemandangan menyedihkan di Jalan Pelabuhan Dua seolah menunjukkan ketidakpedulian pemerintah terhadap estetika dan aset daerah.
“Saya sungguh miris melihatnya. Papan selamat datang yang sangat penting ini rusak parah, tapi seolah tidak ada yang peduli. Padahal ini adalah hal kecil yang seharusnya menjadi perhatian utama sebelum mengurus hal-hal besar lainnya,” ujar Purwanto dengan nada kecewa kepada redaksi, Kamis (30/04/2026).
Menyoal Anggaran Pemeliharaan
Secara regulasi, pengelolaan dan perawatan fasilitas batas wilayah melibatkan lintas sektoral, mulai dari Dinas Perhubungan (Dishub) terkait perlengkapan jalan, Diskominfo terkait informasi publik, hingga DPUPR untuk aspek konstruksi dan pemeliharaan.
Purwanto mempertanyakan transparansi dan realisasi anggaran pemeliharaan aset yang nilainya selalu dialokasikan setiap tahun.
“Jelas-jelas ini kewenangan dinas terkait, tapi kenapa dibiarkan rusak begitu saja tanpa ada maintenance? Jangan sampai anggaran yang besar setiap tahunnya tidak menyentuh fasilitas dasar seperti ini,” tegasnya.
Pesan Menohok: Awali dari Hal Kecil
Lebih lanjut, Purwanto menekankan bahwa kemampuan pemerintah dalam merawat hal-hal kecil adalah cermin keberhasilan pembangunan secara luas. Jika pintu masuk daerah saja diabaikan, maka kredibilitas pembangunan di mata masyarakat akan menurun.
“Buanglah rasa acuh itu, mulailah bertindak! Prinsipnya, benahi dari hal kecil dulu. Jangan sampai wajah daerah kita dicemooh orang luar hanya karena kelalaian ini. Wajah Sukabumi harus mencerminkan kewibawaan pemerintahnya,” pungkas Ketua MIO Sukabumi Raya tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada langkah nyata atau keterangan resmi dari dinas-dinas terkait mengenai rencana perbaikan papan selamat datang di perbatasan tersebut.
(Humas MIO Sukabumi Raya)
- Penulis: Yulius abdillah

Saat ini belum ada komentar