Breaking News
light_mode
Beranda » Edukasi » Perangi Pinjol dan Judol di Sukabumi, Malahayati Konsultan Hadirkan Solusi Hukum Hingga Pemulihan Mental

Perangi Pinjol dan Judol di Sukabumi, Malahayati Konsultan Hadirkan Solusi Hukum Hingga Pemulihan Mental

  • account_circle Yulius abdillah
  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

SUKABUMI, SINERGI PUBLIK — Maraknya jeratan pinjaman online (pinjol), judi online (judol), dan investasi ilegal yang kian meresahkan masyarakat Sukabumi Raya dan Cianjur memicu reaksi cepat dari para praktisi keuangan.

Merespons fenomena tersebut, Malahayati Konsultan sukses menggelar Seminar Nasional berskala besar di Hotel Augusta, Jalan Raya Cikukulu, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi. Acara ini menjadi gerakan moral solutif untuk mengedukasi sekaligus memulihkan kesehatan mental para korban yang tengah terjebak lingkaran keuangan digital.

Hadirkan Manajemen Puncak dan Pendamping Psikolog

Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh jajaran manajemen puncak Malahayati Konsultan, di antaranya Chief Operating Officer (COO) Malahayati Pusat Ahmad Maulana, Wakil COO 1 Maulana Akbar, Kepala Cabang Sukabumi Sayuti Mahmud, Kepala Cabang Srengseng Jakarta Barat Heri Iskandar, Pendamping Psikolog Argi, serta perwakilan divisi Humas, Yudi.

Dalam sesi wawancara bersama awak media, COO Malahayati Pusat, Ahmad Maulana, mengungkapkan bahwa saat ini lembaga yang dipimpinnya telah melebarkan sayap di 12 kota besar di Indonesia, mulai dari wilayah Jabodetabek, Jawa Barat (termasuk Sukabumi dan Bandung), hingga Jawa Timur.

“Kehadiran kami di Sukabumi didasarkan pada data lapangan tahun 2025 yang memprihatinkan. Tingkat kepanikan masyarakat akibat tekanan dan intimidasi penagih pinjol sangat tinggi, bahkan hingga memicu tindakan ekstrem yang mengorbankan nyawa. Malahayati hadir untuk memutus rantai keputusasaan itu,” tegas Ahmad Maulana.

Fokus pada Pemulihan Mental (Mental Recovery)

Berbeda dengan lembaga konsultan biasa, Malahayati menonjolkan dua keunggulan kompetitif. Selain diisi oleh tim profesional yang berpengalaman di industri perbankan dan pembiayaan, mereka juga fokus pada pembinaan berkelanjutan secara gratis melalui wadah komunitas seperti Home Sharing, Konsolidasi Keuangan, hingga Makarena (Malam Keakraban Nasabah).

Wakil COO 1 Malahayati, Maulana Akbar, menambahkan bahwa sebelum menyentuh penyelesaian beban utang, fokus utama tim di setiap cabang adalah memulihkan psikologis korban akibat risiko penyebaran data pribadi.

“Fokus terbesar kami adalah mental recovery. Setelah mental nasabah tenang dan stabil, barulah kita dampingi proses penyelesaian utang secara elegan sesuai regulasi, seperti program restrukturisasi atau negosiasi potongan (diskon) beban bunga,” jelas Maulana Akbar.

Dari sudut pandang medis-psikis, Argi selaku Pendamping Psikolog membenarkan bahwa tekanan pinjol kerap memicu gangguan kecemasan akut (anxiety). Melalui layanan konseling yang disediakan, para korban dibimbing untuk lepas dari beban emosional agar dapat berpikir jernih mencari jalan keluar.

Sukabumi Harus Bangkit dan Cerdas Finansial

Sebagai tuan rumah, Kepala Cabang Malahayati Sukabumi, Sayuti Mahmud, menutup rangkaian acara dengan menyatakan komitmen penuhnya untuk merangkul warga Sukabumi yang membutuhkan pendampingan risiko keuangan.

“Pintu kami selalu terbuka untuk berdiskusi mencari jalan keluar terbaik. Jangan biarkan aset berharga, keharmonisan keluarga, apalagi nyawa terancam hanya karena masalah pinjaman online. Sukabumi harus bangkit, cerdas finansial, dan sejahtera,” pungkas Sayuti Mahmud disambut riuh tepuk tangan ratusan peserta yang hadir.

(Alfi/Rd)

  • Penulis: Yulius abdillah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less