Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum & Kriminal » Skandal ‘Tanda Tangan Ghaib’ di Lahan Indogrosir: Ahli Waris Ibrahim Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kota Sukabumi

Skandal ‘Tanda Tangan Ghaib’ di Lahan Indogrosir: Ahli Waris Ibrahim Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kota Sukabumi

  • account_circle Yulius abdillah
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • print Cetak

KOTA SUKABUMI, SINERGI PUBLIK — Sebuah tabir gelap dugaan praktik mafia tanah yang sistematis kini tengah terkuak di jantung Kota Sukabumi. Kasus ini menjadi sorotan tajam karena menyajikan anomali hukum yang menabrak nalar sehat: Seseorang yang telah wafat pada tahun 1990, secara ajaib “hadir” kembali untuk menandatangani Akta Jual Beli (AJB) dua tahun setelah pemakamannya.
Persidangan sengketa lahan seluas kurang lebih 5.000 meter persegi di Blok Cipanas, Kota Sukabumi, kini menjadi perhatian publik. Di atas lahan bernilai miliaran rupiah tersebut, kini berdiri pusat perkulakan Indogrosir. Namun, di balik megahnya bangunan komersial itu, ahli waris almarhum Bapak Ibrahim tengah berjuang menuntut keadilan atas hak mereka yang diduga dirampas melalui dokumen-dokumen “ghaib”.
Kronologi: Amanah Wasiat yang Terkhianati
Kisah ini bermula pada Januari 1990, saat Bapak Ibrahim menyampaikan wasiat terakhir agar hasil panen sawah seluas 5.000 meter persegi di Blok Cipanas diperuntukkan bagi biaya hidup ibu kandungnya. Tiga bulan kemudian, tepatnya pada tahun 1990, Bapak Ibrahim meninggal dunia.
Keluarga tetap mengelola lahan tersebut hingga tahun 1999 tanpa curiga. Namun, kejutan pahit muncul pada tahun 2023 ketika ahli waris mendapati informasi bahwa tanah tersebut telah dijual oleh pihak berinisial ES secara keseluruhan.
Temuan Persidangan: Kejanggalan Administrasi Fatal
Dalam persidangan yang dikawal oleh Kuasa Hukum ahli waris, Dhieka Askar Nurfadillah, SH, terungkap fakta-fakta yang mencengangkan:
1. “Tanda Tangan Ghaib” (AJB 1992 & 1994): Muncul dokumen AJB tahun 1992 dan 1994 yang memuat tanda tangan basah atas nama Bapak Ibrahim. Secara logika hukum, mustahil jenazah yang sudah dikebumikan tahun 1990 bisa “bangkit” untuk menandatangani dokumen di tahun 1992.
2. Bukti Telak AJB 1998: Ironisnya, terdapat AJB lain tahun 1998 yang justru menuliskan nama Ibrahim sebagai “Almarhum“. Hal ini membuktikan para pihak sebenarnya mengetahui status wafatnya Ibrahim, namun diduga sengaja memalsukan tanda tangan pada dokumen sebelumnya (AJB 1992/1994).
3. Cacat Administrasi: Dokumen warkah tidak mencantumkan KTP penjual/pembeli serta ditandatangani oleh pejabat Lurah yang pada saat itu diketahui belum menjabat.
Patahkan Tudingan Kadaluwarsa
Menanggapi upaya pihak lawan yang mencoba menggugurkan gugatan dengan dalih kadaluwarsa, Dhieka memberikan penegasan hukum yang menohok.
“Terkait tudingan bukti surat ahli waris yang dianggap kadaluwarsa, kami beranggapan hal tersebut tidak beralasan hukum. Jangka waktu daluwarsa baru berjalan saat korban mengetahui adanya kerugian tersebut, yakni sejak kami mengajukan keberatan ke BPN. Tidak ada istilah kadaluwarsa dalam memperjuangkan hak yang dirampas dengan cara melawan hukum,” tegas Dhieka, Rabu (29/04/2026).
Jerat Hukum Mafia Tanah
Berdasarkan fakta persidangan, para pelaku diduga dapat dijerat dengan:
Pasal 391 & 394 KUHP Baru (UU No. 1 Tahun 2023): Terkait pemalsuan surat dan memasukkan keterangan palsu ke dalam akta otentik dengan ancaman pidana hingga 7 tahun penjara.
Pasal 1365 KUHPerdata: Dugaan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) karena menjual tanah yang bukan haknya dan membeli dari pihak yang tidak berhak.
Menanti Ketukan Palu Keadilan
Ahli waris kini menaruh harapan besar pada nurani Majelis Hakim Kota Sukabumi agar menggunakan ketajaman nurani untuk membatalkan seluruh dokumen yang cacat demi tegaknya kebenaran materiil.
“Kematian adalah garis mutlak. Jika seseorang wafat tahun 1990, kehadirannya di AJB tahun 1992 adalah kebohongan besar. Fiat Justitia Ruat Caelum — Hendaklah keadilan ditegakkan, walaupun langit akan runtuh,” pungkas Dhieka.

(Team Red)

  • Penulis: Yulius abdillah
  • Editor: Redaksi Sinergi Publik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MIO Sukabumi Raya Kecam Pernyataan Arogan Oknum Organisasi Pers: “Bukan Hakim, Stop Intimidasi Jurnalis!”

    MIO Sukabumi Raya Kecam Pernyataan Arogan Oknum Organisasi Pers: “Bukan Hakim, Stop Intimidasi Jurnalis!”

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Yulius abdillah
    • visibility 101
    • 0Komentar

    SUKABUMI, sinergipublik.com – Gaduh di media sosial terkait beredarnya video kegiatan Safari Jurnalis memantik reaksi keras dari jajaran pengurus Media Independen Online (MIO) Sukabumi Raya. Dalam video tersebut, terdapat oknum pembicara yang mengeluarkan pernyataan tendensius, provokatif, serta terkesan “menghakimi” legalitas jurnalis dan media yang bertugas di lapangan. Menyikapi hal itu, DPD MIO Sukabumi Raya menilai pernyataan […]

  • Inovasi Literasi di Kalibaru: Polsek Hadirkan ‘Pojok Baca Edukasi’ dan Dukungan Gizi bagi Generasi Muda

    Inovasi Literasi di Kalibaru: Polsek Hadirkan ‘Pojok Baca Edukasi’ dan Dukungan Gizi bagi Generasi Muda

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Yulius abdillah
    • visibility 88
    • 0Komentar

    JAKARTA, SINERGI PUBLIK — Langkah nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa ditunjukkan oleh Polsek Kawasan Kalibaru, Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Melalui program inovatif bernama “Pojok Baca Edukasi”, pihak kepolisian berupaya menumbuhkan minat baca sekaligus memperhatikan kualitas gizi anak-anak di lingkungan sekitar, pada Rabu (06/05/2026). Program ini dirancang bukan sekadar sebagai tempat membaca, melainkan sebagai ruang interaksi […]

  • Sinergi Kemanusiaan yang Menyentuh Hati: FSKSS dan Pemdes Seuseupan Sukses Pulangkan Warga dari Mimika Papua

    Sinergi Kemanusiaan yang Menyentuh Hati: FSKSS dan Pemdes Seuseupan Sukses Pulangkan Warga dari Mimika Papua

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle yuliusabdillah
    • visibility 181
    • 0Komentar

    SUKABUMI, SINERGI PUBLIK — Sebuah potret kemanusiaan yang luar biasa terjadi di Kabupaten Sukabumi. Berkat sinergi tanpa batas antara Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dan Forum Silaturahmi Kabupaten Sukabumi Sehat (FSKSS), seorang warga Desa Seuseupan bernama sdr. Mulyana akhirnya berhasil dipulangkan ke pelukan keluarganya setelah sempat tertahan di Mimika, Papua. Kepulangan warga […]

  • Optimalkan Pelayanan di Tengah Efisiensi Anggaran, DLH Purwakarta Ajukan Penambahan Alat Berat

    Optimalkan Pelayanan di Tengah Efisiensi Anggaran, DLH Purwakarta Ajukan Penambahan Alat Berat

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Yana
    • visibility 159
    • 0Komentar

    PURWAKARTA, SINERGI PUBLIK — Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran secara menyeluruh. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan komitmen Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta untuk tetap memberikan pelayanan prima dalam penanganan sampah di wilayah tersebut. Persoalan keterbatasan armada dan alat berat diakui masih menjadi tantangan utama di lapangan. Saat ini, DLH hanya […]

  • Kritik Pedas MIO Sukabumi: Kadis PU Dinilai ‘Gagap’ dan Tak Kuasai Masalah Dasar Instansinya!

    Kritik Pedas MIO Sukabumi: Kadis PU Dinilai ‘Gagap’ dan Tak Kuasai Masalah Dasar Instansinya!

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Yulius abdillah
    • visibility 159
    • 0Komentar

    SUKABUMI, SINERGI PUBLIK — Sorotan tajam dan kecaman keras mewarnai pertemuan dengar pendapat antara Pengurus Daerah Media Independen Online (MIO) Indonesia Sukabumi Raya dengan jajaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi, Senin (11/05/2026). Ketua PD MIO Sukabumi Raya, Purwanto, S.H., secara terang-terangan menilai Kepala Dinas PU terbukti tidak menguasai seluk-beluk tugas dan persoalan krusial di […]

  • Dugaan Proyek Tanpa Izin di Palasarihilir Resahkan Warga, Tim Investigasi Sinergi Publik Endus Praktik “Izin Ilegal” Antar-Lokasi

    Dugaan Proyek Tanpa Izin di Palasarihilir Resahkan Warga, Tim Investigasi Sinergi Publik Endus Praktik “Izin Ilegal” Antar-Lokasi

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle yuliusabdillah
    • visibility 106
    • 0Komentar

    PARUNGKUDA, SINERGI PUBLIK — Aktivitas pembangunan proyek kandang ayam dan kolam ikan di Kp. Cibugis, RT 31/04, Desa Palasarihilir, Kecamatan Parungkuda, kini semakin menuai sorotan tajam. Tim Investigasi Sinergi Publik menghimpun fakta baru dari warga setempat terkait dugaan upaya manipulasi perizinan yang dilakukan oleh pihak pengelola. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, muncul dalih dari pihak pelaksana […]

expand_less