Uji Kredibilitas dan Profesionalisme: FSKSS Kabupaten Sukabumi Patahkan Narasi Rekayasa Konten di Gegerbitung
- account_circle yuliusabdillah
- calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
- visibility 82
- comment 0 komentar
- print Cetak

GEGERBITUNG, SINERGI PUBLIK — Forum Silaturahmi Kabupaten Sukabumi Sehat (FSKSS) kembali menunjukkan kelasnya sebagai lembaga profesional yang responsif dan objektif. Menanggapi kegaduhan publik akibat unggahan video viral di YouTube mengenai kondisi seorang warga di Desa Buniwangi, Kecamatan Gegerbitung, FSKSS tidak tinggal diam dan langsung menurunkan tim ahli untuk melakukan investigasi lapangan secara menyeluruh.
Langkah ini diambil bukan sekadar sebagai respon emosional, melainkan sebagai bentuk tugas pokok dan fungsi FSKSS dalam mengawal kebenaran informasi publik serta menjaga marwah Kabupaten Sukabumi dari upaya eksploitasi konten yang menyesatkan.
Investigasi Profesional Lintas Sektoral

Bidang layanan Fskss bersama pemerintah Desa dan Forkopimcam Gegerbitung
Sebagai forum yang menjunjung tinggi profesionalisme, FSKSS melakukan koordinasi strategis dengan melibatkan berbagai instansi penting guna mendapatkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Kehadiran tim gabungan di lokasi menjadi bukti nyata kekuatan sinergi yang dipimpin oleh:
Lisna (Bidang Layanan FSKSS Kabupaten Sukabumi) sebagai perwakilan tim investigasi.
Camat Gegerbitung beserta seluruh jajaran struktural.
Kapolsek Gegerbitung beserta jajaran kepolisian untuk memastikan keamanan dan legalitas fakta.
Kepala Puskesmas didampingi tim dokter dan nakes untuk verifikasi kondisi fisik dan kesehatan subjek berita.
Kepala Desa Buniwangi, BPD, Tokoh Masyarakat, serta jajaran PKK dan organisasi kemanusiaan (IPSM).
Membedah Fakta di Balik “Kamera”

Potret kediaman neng SriApriliani
Profesionalisme FSKSS teruji saat tim melakukan kroscek fisik yang mendalam. Berdasarkan data lapangan yang dihimpun secara objektif, FSKSS menemukan bahwa narasi “Gadis Sebatang Kara di Rumah Tak Layak” merupakan hasil rekayasa kreatif yang tidak berdasar:
Klarifikasi Domisili: Sri Apriliani faktanya tidak terlantar. Meski yatim piatu, ia berada di bawah perlindungan keluarganya (Uwa) dan hanya menempati rumah tersebut di waktu siang.

Verifikasi Bangunan: Tim memastikan rumah utama masih layak huni. Visual yang diviralkan sebagai rumah rusak ternyata adalah bangunan kandang ayam di bagian belakang rumah.
Fakta Sanitasi: Tim secara profesional menyisir lingkungan dan tidak menemukan jamban tak layak seperti yang ditayangkan dalam video, yang diduga kuat merupakan hasil editan atau manipulasi visual dari lokasi lain.
Keprihatinan dan Ketegasan Ketua Umum FSKSS
Ketua Umum FSKSS Kabupaten Sukabumi, Ibu Hj. Rina Rosmaniar Japar, menyatakan keprihatinan mendalam atas praktik konten kreator yang mengabaikan kaidah fakta. Beliau menekankan bahwa FSKSS akan terus berdiri di garda terdepan sebagai filter informasi bagi Pemkab Sukabumi.
“Kejadian ini membuktikan bahwa FSKSS hadir sebagai forum profesional yang tidak bisa dikecoh oleh opini liar media sosial. Kami bergerak dengan data, verifikasi fisik, dan koordinasi lintas instansi. Kami menyayangkan tindakan yang menimbulkan reaksi negatif terhadap pemerintah daerah hanya demi kepentingan view semata,” pungkasnya.
FSKSS: Menjaga Etika, Mengawal Kemanusiaan
Melalui kejadian ini, FSKSS Kabupaten Sukabumi mengukuhkan posisinya sebagai lembaga kontrol sosial yang cerdas dan berintegritas. FSKSS berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat agar selalu mengedepankan asas tabayyun (klarifikasi) demi terwujudnya masyarakat Sukabumi yang sehat, cerdas, dan bermartabat.
(YS/SP)
- Penulis: yuliusabdillah
- Editor: Redaksi Sinergi Publik
- Sumber: Humas Fskss

Saat ini belum ada komentar