Ketua Dewan Pembina MIO Taufiq Rahman: OTT KPK Bukti Ketegasan, Namun Integritas Tak Cukup Hanya Dibentuk Lewat Retret
- account_circle yuliusabdillah
- calendar_month Senin, 13 Apr 2026
- visibility 42
- comment 0 komentar
- print Cetak

JAKARTA, SINERGI PUBLIK — Ketua Dewan Pembina Media Independen Online (MIO) Indonesia, Taufiq Rahman, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah konsisten Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Langkah terbaru yang menjerat kepala daerah kembali membuktikan bahwa lembaga antirasuah tersebut masih memiliki taring dalam menjaga integritas penyelenggaraan negara.
Namun, di sela-sela acara Halal Bihalal yang diadakan GPIB di Daily Hotel, Jakarta Pusat, Sabtu (11/04/2026), Taufiq juga menyatakan keprihatinan mendalam atas fakta bahwa praktik korupsi masih terus mengakar kuat meski berbagai upaya pembinaan telah dilakukan.
Antara Apresiasi dan Ironi Penegakan Hukum
Taufiq menilai, rentetan OTT yang terjadi merupakan sebuah ironi di tengah upaya pemerintah memperkuat integritas pejabat publik. Menurutnya, korupsi di berbagai tingkatan pemerintahan bukan lagi peristiwa yang berdiri sendiri, melainkan indikasi adanya masalah dalam sistem.
“Ini tentu patut diapresiasi, tetapi sekaligus menjadi ironi. Di tengah berbagai upaya pembinaan dan penguatan integritas, kasus korupsi justru terus berulang,” ujar Taufiq yang juga merupakan wartawan senior tokoh pers pascareformasi tersebut.
Menyoroti Efektivitas Retret dan Pembekalan
Lebih jauh, Taufiq menyoroti fenomena maraknya korupsi yang tetap terjadi meskipun para pejabat telah mengikuti berbagai program pembekalan prestisius, termasuk kegiatan retret kabinet di Akademi Militer Magelang yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Meskipun retret tersebut membawa pesan kuat tentang disiplin, loyalitas, dan soliditas satu komando, Taufiq menegaskan bahwa persoalan integritas tidak selesai di ruang seremonial semata.
“Retret menghadirkan harapan adanya satu komando yang rapi dan berorientasi hasil. Tapi realitas di lapangan menunjukkan bahwa persoalan integritas tidak selesai hanya di ruang pembekalan. Integritas pejabat tidak cukup hanya dibentuk di ruang retret jika sistem pendukungnya masih bermasalah,” tegasnya.
Analogi ‘Lingkungan Merokok’ dan Tekanan Sistem
Dalam analisisnya yang tajam, Taufiq menyebut korupsi tidak semata-mata soal kelemahan moral individu, melainkan kuatnya tekanan sistem yang membuka peluang penyimpangan.
“Retret itu seperti pelatihan anti-merokok. Tapi kalau lingkungannya masih penuh ‘rokok’ dan tekanan sosialnya tinggi, orang tetap bisa kembali merokok,” ujarnya mengibaratkan kondisi birokrasi saat ini.
Momentum Reformasi Birokrasi Substantif
Mengakhiri keterangannya, Ketua Dewan Pembina MIO Indonesia ini berharap keberhasilan OTT KPK menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan pembenahan menyeluruh. Fokus utama tidak boleh hanya pada aspek mentalitas, tetapi juga pada transparansi dan mekanisme akuntabilitas yang lebih ketat.
Taufiq mendorong agar upaya pencegahan korupsi menyentuh akar persoalan melalui reformasi birokrasi yang substantif, sehingga tidak berhenti pada tataran seremoni atau pembekalan semata.
(Red)
- Penulis: yuliusabdillah
- Editor: Redaksi
- Sumber: Humas Mio Indonesia

Saat ini belum ada komentar