Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » Aksi Massa GERAM di DPR RI Usung 10 Tuntutan Kritis, Pengendara Diimbau Hindari 8 Ruas Jalan Utama Senayan

Aksi Massa GERAM di DPR RI Usung 10 Tuntutan Kritis, Pengendara Diimbau Hindari 8 Ruas Jalan Utama Senayan

  • account_circle Yulius abdillah
  • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

JAKARTA, SINERGIPUBLIK – Gelombang aksi penyampaian pendapat berskala besar kembali mewarnai dinamika demokrasi di Ibu Kota. Gabungan elemen mahasiswa dan masyarakat sipil yang terhimpun dalam Gerakan Masyarakat (GERAM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, pada Kamis (27/08/2026).

Aksi yang terkonsentrasi di area Senayan Park, TVRI, hingga Kompleks Parlemen Senayan ini membawa isu-isu krusial terkait penegakan hukum, supremasi sipil, hingga kesejahteraan ekonomi rakyat.

  1.    10 Tuntutan Utama Gerakan Masyarakat (GERAM)
    Berdasarkan data yang dihimpun redaksi di lapangan, berikut 10 tuntutan utama yang disuarakan oleh aliansi GERAM:

1. Adili Kepemimpinan Nasional: Menuntut agar Prabowo-Gibran diadili atas sejumlah kebijakan yang dipersoalkan, termasuk isu militerisme, demokrasi, dan ketimpangan ekonomi.

2. Evaluasi Total KDMP dan MBG: Menghentikan program KDMP dan MBG serta melakukan evaluasi menyeluruh terkait transparansi anggaran dan potensi patronase politik.

3. Pajak Progresif Pemilik Modal: Menolak kebijakan pajak yang membebani masyarakat kecil dan mendorong penerapan sistem pajak progresif bagi pemilik modal besar.

4. Layanan Pendidikan & Kesehatan Gratis: Menuntut pendidikan dan kesehatan yang gratis, ilmiah, serta berkualitas, sekaligus menolak komersialisasi kampus dan pemangkasan anggaran layanan dasar.

5. Kesejahteraan Buruh & Pangan Murah: Mendorong pengendalian harga kebutuhan pokok serta penjaminan upah layak bagi para pekerja.

6. Penetapan Bencana Nasional: Meminta bencana di Sumatra dan NTT ditetapkan sebagai bencana nasional, disertai mobilisasi bantuan dan percepatan pemulihan wilayah terdampak.

7. Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PRT): Menuntut penguatan regulasi perlindungan hukum, upah layak, dan jam kerja manusiawi bagi PRT.

8. Demiliterisasi Ruang Sipil: Menuntut penghentian pembangunan batalyon baru dan menolak perluasan peran militer di ruang sipil guna memperkuat supremasi sipil.

9. Hentikan Kriminalisasi Aktivis: Meminta penghentian segala bentuk kriminalisasi terhadap aktivis serta pembebasan seluruh tahanan politik.

10. Sita Aset Koruptor untuk Rakyat: Menuntut penyitaan seluruh aset hasil korupsi untuk dialokasikan ke sektor pendidikan, kesehatan, dan pemulihan wilayah bencana.

   Analisa Dampak Lalu Lintas & 8 Ruas Jalan Terdampak
Seiring terkonsentrasinya massa di kawasan Gedung DPR/MPR RI dan Taman Aspirasi, Global Security Service Indonesia (GSSI) mengeluarkan analisa dampak lalu lintas. Pengendara diimbau mewaspadai kepadatan tinggi dan penutupan jalan situasional pada 8 ruas jalan utama berikut:

  •  Jl. Gatot Subroto (Arah Slipi – Semanggi)
  • Jl. Gerbang Pemuda
  •  Jl. Pintu Satu Senayan
  • Jl. Jenderal Sudirman (Arah Semanggi – Slipi)
  • Jl. Asia Afrika
  • Jl. S. Parman (Arah Tomang – Semanggi)
  • Jl. Palmerah Barat
  • Jl. Karet Pasar Baru Timur

    Rekomendasi Jalur Alternatif
Untuk menghindari penumpukan kendaraan di pusat kota, pengguna jalan disarankan memanfaatkan rute alternatif berikut:

  1. Dari Arah Slipi: Gunakan Jl. Letjen S. Parman atau Jl. Tomang Raya.
  2. Dari Arah Semanggi: Gunakan Jl. MT. Haryono atau Jl. Prof. Dr. Supomo.
  3. Dari Arah Tanjung Priok: Gunakan Jalan Tol Dalam Kota atau Jl. DI. Panjaitan.
  4. Dari Arah Bandara Soekarno-Hatta: Gunakan Tol Prof. Sedyatmo atau jalur outer ring road.

Pengamanan Ketat dan Harapan Kedamaian Bangsa
Menanggapi penyampaian aspirasi ini, jajaran aparat keamanan bergerak mengedepankan pendekatan persuasif, humanis, dan preventif guna memastikan situasi tetap terkendali.

Langkah-langkah deteksi dini serta pengawasan jalur mobilitas terus dioptimalkan bersama TNI dan Pemda.Masyarakat luas berharap penyampaian aspirasi ini dapat berlangsung secara tertib dan didengar secara bijaksana oleh para pemangku kebijakan. Semoga Indonesia senantiasa damai, aman, serta dipimpin oleh pemerintah yang adil dan mau mendengarkan keluhan rakyatnya.

(Catatan Redaksi)

  • Penulis: Yulius abdillah
  • Editor: Redaksi Sinergi Publik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less